Sumber air bersih di Kampwolker dalam ancaman serius
Dari Paparan Hasil
Studi Lapang Enam Mahasiswa FT Uncen di Kantor Econusa Jayapura
===================================================================================================
JAYAPURA,-
Enam mahasiswa Praktek Kerja Lapang dari
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik (FT) Universitas
Cenderawasih, mempresentasikan hasil studi lapang di Kantor Econusa Jayapura,
Jumat 30 Juni 2023.
Ke-enam mahasiswa ini terbagi dalam dua tim lapang, masing-masing terdiri dari tiga orang. Tim pertama mempresentasikan hasil studi lapang tentang potensi ancaman di sumber air bersih yang berlokasi di Kampwolker Waena Kota Jayapura, lalu tim lainnya mempresentasikan tentang potensi pariwisata di Kampung Enggros, Kota Jayapura.
Koordinator tim studi lapang di Kampwolker,
Franklin Wakum menjelaskan, dari hasil studi yang dilakukan timnya menunjukkan
ada potensi ancaman serius terhadap sumber air bersih di Kampwolker. Karena itu timnya menyarankan
perhatian serius dari seluruh pihak, baik masyarakat di sekitar kawasan Kampwolker,
maupun dari pihak Pemerintah Kota Jayapura.
“Kondisi Kampwolker saat ini, bukan saja
dijadikan tempat wisata atau rekreasi, tapi ada pembukaan lahan untuk kebun
tradisional yang dilakukan secara masif. Aktivitas ini jika tidak segera
dihentikan, cepat atau lambat akan mengganggu fungsinya sebagai kawasan lindung
dan sumber penyedia air bersih,” tambah Raditya, rekan se-tim.
Dalam paparannya, tim ini juga menjelaskan,
bahwa Kampwolker termasuk dalam kawasan cagar alam Cyclop yang seluruh komponen
ekosistemnya perlu dilindungi. Kampwolker juga memiliki potensi sumber air
bersih sehingga telah dijadikan sebagai SubDAS yang dikelola oleh PDAM atau
yang kini telah berubah namanya menjadi PT. Air Minum Jayapura Robongholo
Nanwani.
Karena keberadaannya yang sangat penting, dalam
hal memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat di Kota
Jayapura, maka Franklin dan kawan-kawan berharap kawasan ini segera dibentengi.
Sementara itu, tim kedua yang melakukan studi
lapangan tentang potensi pariwisata di Kampung Enggros, memaparkan bahwa
potensi pariwisata di sekitar kawasan Kampung Enggros cukup besar, hanya saja
perlu dilakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan
pendapatan masyarakat. “Setidaknya ada delapan sampai sepuluh hal yang kami
temui sebagai penghambat,” kata Sonny Iyai, Koordinator tim.
Faktor-faktor
penghambat yang dimaksudkan itu adalah sarana prasarana yang kurang mendukung,
masalah kebutuhan air bersih yang kurang, kabel dan tiang listrik yang tidak
tertata, kurangnya penyediaan tempat sampah, kondisi air laut yang masih kotor
atau banyak sampah,biaya tempat parkir kendaraan yang tinggi,kurangnya
pemanfaatan potensi lokal, kurangnya jaminan keamananan di Pantai Ciberi dan
Teluk Youtefa serta biaya penggunaan MCK yang tinggi.
Mencermati hambatan itu, beberapa hal yang
disarankan oleh tim ini antara lain perlu dilakukan penguatan kapasitas
masyarakat setempat,khususnya terkait management pengelolaan pariwisata, menyediakan
papan informasi potensi wisata, menyediakan motor sampah dan menamba sarana
prasarana lainnya yang menunjang.
Menanggapi presentase 6 mahasiswa ini, Kepala
Kantor Econusa Regional Papua, Maryo Sanuddin mengaku bangga, karena 6
mahasiswa ini mampu mengaplikasikan apa yang ditugaskan dosen pembimbingnya
selama tiga bulan melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Kantor Econusa
Jayapura.
“Ini modal penting bagi mereka untuk menapaki
tahap berikut dalam menunaikan tugasnya sebagai mahasiswa. Selain itu hasil
yang dikerjakan ini akan menjadi sumber informasi penting bagi kami di Econusa
dan juga bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan,” jelasnya.
Presentase yang dilakukan dua tim PKL dari
Fakultas Teknik Uncen ini, disaksikan oleh seluruh staf Econusa Kantor Wilayah
Jayapura dan 5 mahasiswa PKL dari program studi Hubungan Internasional Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih.
Sebagai catatan kaki, bahwa Tim studi lapang
di Kampwolker terdiri dari Franklin A Wakum, Madlin Fouw dan Aditya
Rahadyansah. Sedangkan Tim studi lapang di Kampung Enggros terdiri dari Sonny
Iyai, Naci Woisiri dan Deannaz Ultima. Mereka adalah mahasiswa program studi
Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih yang
sedang melakukan Praktek Kerja Lapang di Kantor Econusa Jayapura, dari April –
Juni 2023. (abe)
Komentar
Posting Komentar