Selamat Datang Ecodefender Baru
JAYAPURA,EDJ - Selama 3 hari (29-31 Mei 2023), 28 pemuda dari Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua mendapatkan materi mengenai krisis ekologi dan upaya menyampaikan suara dan kepedulian mereka mengenai pelestarian ekosistem hutan dan laut melalui Kemah Pemuda.
Kegiatan ini difokuskan
pada pemberian pemahaman tentang ancaman kerusakan ekologi dan kampanye digital
serta diskusi komunitas. Selepas kemah pemuda, peserta akan menjalankan rencana
aksi menjaga lingkungan yang sudah mereka susun untuk 1-2 bulan ke depan.
Asisten Bidang
Administrasi Umum Setda Kota jayapura, Amos Solossa ketika membuka kegiatan ini
mengatakan kegiatan seperti ini yang sangat diharapkan Pemerintah Kota
Jayapura. Karena permasalahan lingkungan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh
pemerintah, perlu keterlibatan anak muda dan seluruh masyarakat.
“Banjir, longsor,
sampah, pencemaran air, degradasi hutan hingga berkurangnya debit air harus
menjadi perhatian kita semua. Karena itu, kegiatan ini menjadi penting untuk
melahirkan pemuda-pemudi yang tangguh dan kritis untuk mengatasi persoalan
tersebut,” tutur Amos Solossa.
CEO Econusa, Bustar
Maitar mengingatkan bahwa situasi global saat ini perlu menjadi perhatian anak
muda. Pemanasan global, kenaikan suhu bumi, air laut dan krisis iklim sedang
terjadi dan ada di depan mata. Anak muda harus jadi motor penggerak untuk
mencari solusi adaptasi dan mitigasi.
Bustar menambahkan,
dulu banyak sumber air di Sentani dan di Kota Jayapura. Kondisi saat ini
tinggal beberapa saja, banyak sumber mata air yang kering. Anak muda harus
bergerak untuk mengingatkan semua warga, bergerak bersama menjaga dan merawat
sumber air tersisa.
“Hari ini adalah milik
adik-adik, apa yang terjadi hari ini dan ke depannya di Jayapura atau Tanah
Papua akan ditentukan oleh sikap dan perilaku adik-adik terhadap tanah atau
bumi yang saat ini kita tempati. Karena itu, jadikan momentum ini untuk
bertukar pikiran, merancang aksi untuk menjaga bumi kita tetap sehat,”
harapnya.
Pembicara dalam Kemah
Pemuda ini antara lain, Dirut PDAM
Jayapura, Dinas Lingkungan Hidup
Kota/Kab Jayapura, Dinas Kehutanan dan
Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
(BBKSDA) Papua, Balai Pemantapan Kawasan Hutan
(BPKH) Wilayah X , WALHI, pegiat lingkungan dan akademisi.
Usai menjalani proses
berbagi pengetahuan selama tiga hari, 28 peserta ini kemudian dikukuhkan oleh
para seniornya sebagai Ecodefender melalui prosesi cebur ke air laut, dikibas
menggunakan dedaunan di pundak peserta dan disarungi Kaos bertuliskan Hastage
Mimpi Baru. Harapannya, dengan bergabungnya ke-28 Ecodefender baru ini, dapat
memperkuat gerakan-gerakan yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap
pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi.(nelce assem)

Komentar
Posting Komentar